Breaking News

Bupati Aru Bertindak Sebagai Inspektur Upacara pada Apel Gelar Pasukan

Dobo,- LINTASMALUKUNEWS,-
Bupati Kabupaten Kepulauan Aru Timotius Kaidel bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Apel Gelar Pasukan ,Operasi Kepolisian Terpusat"LILIN SALAWAKU"2025 POLRES Kepulauan Aru Dalam Rangka "Pelayanan Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berlangsung sore tadi di lapangan Upacara Polres Kepulauan Aru jln Pertamina Km 6 Kelurahan Siwalima Kecamatan Pp Aru Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku pada Jumat 19/12-2025

Amanat Kapolri yang di bacakan oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Aru Timotius Kaidel,mengatakan,Sebelum memulai amanat ini, marilah kita menundukkan kepala sejenak untuk mendoakan saudara-saudara kita yang tengah menghadapi musibah bencana alam di Sumatera dan di sejumlah wilayah di tanah air, Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggaikan diberikan ketabahan, serta Pemerintah dam seluruh elemen bangsa senantiasa dianugerahi kekuatan dan kemudahan untuk membantu meringankan beban seluruh masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita masih diberikan kesehatan, serta kekuatan untuk menghadiri “Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2025” secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. 

Apel Gelar Pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarpras yang akan digunakan selama pelaksanaan operasi, sehingga diharapkan seluruh kegiatan pelayanan perayaan Natal 2025 serta Tahun Baru 2026 dapat berjalan deagan optimal. 

Nataru dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, serta berkumpul dan berlibur bersama keluarga, sehingg, berdampak pada meningkatnya mobilitas da aktivitas masyarakat di berbagai daerah. 

Sejalan dengan peningkatan mobilitas tersebut,berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, poten pergerakan masyarakat pada Nataru tahun 202 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningka sebesar 7,97 persen atau 8,83 juta orang dibandingka tahun sebelumnya. 

Di sisi lain, berdasarkan informasi BMKG, terdap 3 sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yan berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan Gelombang tinggi. Kondisi tersebut beriringan denga prediksi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada periode November 2025 hingga Februari 2026, sehingga meningkatkan potensi terjadinya peristiwa bencana alam. 

Situasi ini tentunya menuntut kesiap siagaan yang lebih tinggi, sehingga pelayanan Nataru tahun ini harus dilaksanakan secara ekstra dibandingkan tahun tahun sebelumnya, mulai dari aspek pengamanan, pelayanan, hingga respons cepat terhadap berbagai permasalahan di lapangan. demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. 

Sebagai wujud kesiapsiagaan tersebut, Polri dengan didukung stakeholder terkait menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Operasi Lilin 2025” 

yang akan berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 20 Desember 2025 s.d. 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan yang terdiri dari 17.637 personel Polri, 13.775 personel TNI dan 55.289 personel dari Instansi terkait lainnya. 

Dalam rangka mendukung pelaksanaan operasi, telah dipersiapkan 2.903 posko, yang terdiri dari 1.807 Pos Pam, 763 Pos Yan, dan 333 Pos Terpadu yang tersebar di seluruh wilayah guna melakukan pelayanan pada 44.436 objek, antara lain gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, tempat wisata maupun tokasi perayaan tahun baru. Pos-pos tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan secara optimal bagi masyarakat. 

Peserta apel dan hadirin yang saya banggakan, Dalam rangka pelayanan Nataru tahun ini, Polri bersama stakeholder terkait telah melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi permasalahan, baik di bidang Kamseltibcariantas, Maupun bidang lain yang berpotensi mengganggu Kamtibmas dan kelancaraan perayaan Nataru. 

Pada sisi kamseitibcar lantas, Polri bersama dengan Ditjen Perhubungan Darat dan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, serta Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, tetah menerbitkan Surat Keputusan Bersama yang mengatur tentang pembatasan operasional angkutan barang, penerapan rekayasa lalu lintas hingga pengendalian arus lalu lintas penyeberangan laut. Surat Keputusan Bersama tersebut harus dipedomani dan dilaksanakan secara konsisten di lapangan. 

Secara khusus, pada titik-titik rawan kepadatan di jalur tol dan jalan arteri, pengaturan serta rekayasa lalu tintas harus dilakukan dengan tepat dengan mempertimbangkan kondisi tapangan. Guna mendukung upaya tersebut, teknologi seperti traffic counting dan sistem pemantauan lalu lintas harus dimanfaatkan dengan baik untuk memastikan pengendalian arus lalu lintas berjalan efektif. 

Dalam rangka mengantisipasi kepadatan penumpang pada titik pelayanan moda transportasi umum, pengelolaan secara terpadu bersama stakeholders terkait harus ditingkatkan untuk mendorong pembelian tiket secara online, serta memastikan arus keluar dan masuk penumpang berjalan dengan lancar pada terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara. . 

Tidak hanya modal transportasi umum, pengaturan lalu lintas di kawasan wisata serta akses menuju Objek wisata harus dioptimalkan guna mencegah terjadinya kepadatan arus lalu lintas. Ketersediaan fasilitas parkir yang memadai, pengaturan jalur keluar dan masuk kendaraan, serta penataan lokasi pedagang menjadi faktor penting dalam menjamin kenyamanan dan keselamatan masyarakat selama berwisata. 

Selanjutnya pada sisi Kamtibmas, untu menjamin pelaksanaan ibadah Natal dengan aman dan khidmat, pastikan setiap lokas ibadah sudah disterilisasi dan libatkan ormas-orma keagamaan dalam kegiatan pelayanan sebagai wujud toleransi beragama. 

Ancaman terorisme juga menjadi tantangan yang serius. Untuk itu, kedepankan deteksi dini dan preventive strike untuk mencegah pelaku teror melancarkan aksinya, serta lakukan penjagaan ketat pada pusat keramaian maupun tempat ibadah agar kita dapat memastikan tidak ada letupan sekecil apapun dalam pelaksanaan ibadah Natal ataupun malam pergantian tahun. 

Berkaitan dengan kejahatan konvensional, lakukan pemetaan dan patroli rutin dengan melibatkan Pam Swakarsa, utamanya pada jam dan lokasi rawan. Selain itu, fasilitasi penitipan kendaraan masyarakat pada kantor-kantor kepolisian guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bepergian dalam waktu lama. 

Selain itu, terkait potensi bencana alam, diperlukan kesiapsiagaan yang menyeluruh melalui penyiapan tim tanggap bencana serta sarana dan prasarana pendukung. Lakukan antisipasi terhadap potensi longsor dan banjir, khususnya pada ruas-ruas jalan utama, jalur alternatif, dan akses menuju kawasan objek vital. Pada jalur-jalur rawan tersebut, posko terpadu harus disiagakan dan dilengkapi perlengkapan SAR yang memadai guna mendukung respons cepat dan penanganan darurat. 

Pada saat yang sama, terus lakukan monitoring terhadap ketahanan dan ketersediaan pangan serta BBM. Pastikan harga, distribusi dan ketersediaannya terjaga secara stabil. 

Dukungan respons cepat terhadap berbagai situasi di lapangan juga menjadi bagian penting dalam pelayanan Nataru. Dalam hal ini, layanan darurat Kepolisian 110 diharapkan dapat menjadi sarana utama dalam menerima laporan serta permintaan bantuan masyarakat, untuk ditindaklanjuti secara cepat dan tuntas. 

Seluruh pelaksanaan tugas di lapangan tentunya harus disertai dengan strategi komunikasi publik yang tepat. Pastikan masyarakat dapat mengetahui setiap informasi terkait layanan kepolisian, pesan-pesan kamtibmas, ketentuan dalam Surat Keputusan Bersama, informasi cuaca hingga penerapan pengaturan rekayasa arus lalu lintas, sehingga seluruhnya dapat terlayani dengan baik. 

Peserta apel dan para hadirin yang saya banggakan, Saya ingin tekankan kembali, bahwa keberhasilan pelayanan Nataru merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan Sinergisitas dalam pelaksanaan tugas, karena hal tersebut merupakan kunci utama kesuksesan penyelenggaraan sebuah operasi. 

Kepada seluruh personel, saya berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan,Jadikan pelayanan Nataru sebagai sebuah kebanggaan dan niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ladang ibadah. 

Demikian amanat saya, terakhir saya mengucapkan “Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026”. Semoga cinta kasih Tuhan senantiasa memberkati dan menyertai kita dalam setiap pelaksanan tugas demi memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara.Selamat bertugas,LMN01
© Copyright 2022 - LINTAS MALUKU NEWS