DOBO,LINTASMALUKUNEWS.- Pasca pengurangan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku oleh BPH Migas, antrean panjang kendaraan terus terjadi setiap hari.
Pantauan Media Online Lintas Maluku News di lokasi SPBU Kompak, Kabupaten Kepulauan Aru, pada Senin (22/09/2026), antrean panjang untuk pengisian BBM bersubsidi Pertalite terjadi sejak sore tadi sekitar pukul 15.00 WIT hingga malam hari.
Antrean sepanjang kurang lebih 1/2 Km tersebut terdiri dari sekitar 125 kendaraan roda dua dan hampir 50 unit mobil angkot dan truk mini.
Riki L (23) saat dikonfirmasi awak media ini di depan SPBU Kompak mengatakan, mewakili masyarakat meminta agar BPH Migas segera mengembalikan jatah kuota Pertalite Kabupaten Kepulauan Aru.
"Pasalnya kami di Aru yang membutuhkan Pertalite bukan hanya kendaraan roda dua atau empat saja, tetapi masyarakat nelayan di daerah pesisir juga sangat membutuhkan Pertalite," ungkap Riki.
"Kami sangat prihatin kalau melihat antrean masyarakat sepanjang ini, tapi apa mau dikata semua tergantung Pertamina Patra Niaga, lebih khusus BPH Migas. Untuk itu perlu kami tegaskan segera kembalikan kuota Pertalite kami di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, karena daerah kami salah satu daerah di Indonesia Timur yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea dan Benua Australia atau tepatnya Daerah 3T," tegas Riki.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas belum berhasil dikonfirmasi.LMN 01


Social Header