DOBO,LINTASMALUKUNEWS.COM -* Aksi nekat dilakukan Direktur CV NATASYA PRATAMA, Devis Patiselano. Puncak kekesalannya terhadap janji pencairan sisa proyek yang tak kunjung terealisasi dilampiaskan dengan membakar ban bekas tepat di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru, Senin (29/09/2026).
Pantauan media ini di lokasi, asap hitam pekat membumbung tinggi dari ban yang terbakar di depan teras kantor. Aksi tersebut sontak membuat panik pegawai dinas yang berada di dalam kantor dan warga sekitar yang melintas.
Devis yang mengenakan kaos merah tampak berdiri tak jauh dari kobaran api. Ia mengaku aksinya sebagai bentuk protes karena merasa dipermainkan.
"Saya sudah terlalu sabar. Pekerjaan sudah 100% selesai dari tahun 2024, tapi hak saya tidak dibayar," teriak Devis di lokasi.
Diketahui, ada empat paket pekerjaan di Dinas Pendidikan yang dikerjakan CV NATASYA PRATAMA dan CV BINTANG URSIA URLIMA yang belum lunas dibayar:
1.Pembangunan Rumah Dinas Guru SD Negeri Salarem: Sisa Rp 199.492.108
2.Pembangunan Ruang Guru, Lab dan Perpustakaan SD Salarem: Sisa Rp 412.000.000 lebih
3.Pembangunan RKB SMP Negeri Vanua Lasi: Sisa Rp 338.000.000 lebih
4.Pembangunan Rumah Dinas SD Kobraur TA 2025: Sisa Rp 144.492.107
Jika ditotal, sisa hutang Dinas Pendidikan tahun 2024 sebesar Rp 950.875.318 dan tahun 2025 sebesar Rp 144.492.107. Grand total mencapai *Rp 1.095.367.425* yang belum dibayarkan.
Devis mengaku sudah berulang kali menagih secara baik-baik, namun hanya diberi janji.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru belum berhasil dikonfirmasi. Media ini akan terus berupaya meminta klarifikasi resmi terkait tunggakan proyek tersebut.(LMN01)


Social Header