Amukan tersebut terjadi pada Senin (28/09/2026), usai dirinya lelah menunggu kepastian pembayaran yang tak kunjung terealisasi, padahal 4 proyek Pekerjaan Langsung (PL) yang dikerjakannya pada Tahun Anggaran 2024-2025 telah dinyatakan 100% rampung.
Hal ini disampaikan langsung oleh Devis Patiselano kepada sejumlah wartawan di kediamannya, Kompleks Sipur, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Senin (28/09/2026).
"4 Proyek sudah 100% selesai, tapi sisa hutang tidak dibayar-bayar. Kami merasa dipermainkan," tegas Devis dengan nada kesal.
*Berikut Rincian Hutang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Aru yang belum dibayarkan:*
*1. HUTANG TAHUN 2024*
- *Pembangunan Rumah Dinas Guru SD Negeri Salarem*
Nilai Paket: Rp 285.254.168,20
SISA HUTANG: Rp 199.677.917,74
Nilai Paket: Rp 589.053.490,84
SISA HUTANG: Rp 412.337.443,59
- *Pembangunan RKB SMP Negeri Vanua Lasi Ursia Urlima*
Nilai Paket: Rp 1.129.533.190,50
SISA HUTANG: Rp 338.859.957,15
*TOTAL SISA HUTANG 2024: Rp 950.875.318,48*
*2. HUTANG TAHUN 2025*
- *Pembangunan Rumah Dinas SD Negeri Kobraur*
Nilai Paket: Rp 288.984.213,15
SISA HUTANG: Rp 144.492.106,58
*GRAND TOTAL HUTANG 2024+2025 = Rp 1.095.367.425,06 (1,09 MILYAR)*
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru belum memberikan keterangan resmi. *(LMN 01)*


Social Header