Ketua TP PKK Provinsi Maluku Maya Bebi Lewerissa yang juga Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting bersama TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru sekaligus membuka Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKS-TTB), Senin (5/10/2026).
Kegiatan strategis tersebut dipusatkan di Aula Lantai 2 BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru, Dobo. Tampak hadir Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Sekda Kabupaten Kepulauan Aru, para Kepala Perangkat Daerah lintas sektor, serta jajaran TP PKK Provinsi dan Kabupaten. _(Sesuai foto Bosku Pimred)_
*Penyambutan Adat & Angka Stunting Aru 30,49%*
Setibanya di Bandara Rar Gwamar Dobo, Maya Lewerissa disambut prosesi adat pengalungan kain, pemakaian topi adat dan tarian penyambutan khas Aru.
Dalam Rakor, Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru Claudia Imarisa Kaidel memaparkan data terbaru. Berdasarkan SSGI 2024 prevalensi stunting Aru 37,6%, data aplikasi pencatatan gizi 2025 sebesar 26,73%, dan data 2026 hingga saat ini 30,49%.
“Stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan, tetapi urusan kita bersama sebagai lintas sektor,” tegas Claudia.
Target nasional 2029 prevalensi stunting 14,2% dan wasting 5%.
*GKS-TTB: Keluarga Sehat & Tangguh Bencana*
Melalui GKS-TTB, TP PKK mendorong penguatan gerakan keluarga yang peduli gizi, kebersihan, kesehatan dan kesiapsiagaan bencana. Relevan untuk Aru sebagai wilayah kepulauan yang rentan bencana.
12 Perangkat Daerah dikerahkan:
*Dinkes* memperkuat Posyandu, ANC dan PMT ibu hamil & balita gizi kurang; *Dikbud* rutin tablet tambah darah remaja putri SMP-SMA dan PAUD sebagai pintu deteksi dini; *PMD* memastikan Dana Desa dukung Posyandu dan Dasawisma; *Bapelitbang* prioritas perencanaan anggaran stunting; *Dalduk KB* kawal 1000 HPK; *Dukcapil* pastikan balita by name by address ber-NIK; *DP3A* cegah perkawinan anak; *Kemenag* bina calon pengantin di KUA; *PUPR & Perumahan* air bersih, sanitasi, jamban sehat dan rumah layak huni; *Dinsos* pastikan DTKS, PKH dan bantuan pangan tepat sasaran; *Satpol PP* penegakan Perda KTR.
“Jika 12 instansi ini kokoh, maka GKS-TTB akan berhasil. PKK siap berada di tengah sebagai penggerak keluarga di lapangan,” tegasnya.
Acara diawali Indonesia Raya, doa, sambutan dan pembukaan resmi, pemaparan situasi stunting dan CKG, diskusi lintas sektor serta penyusunan kesepakatan bersama. Juga diserahkan bantuan dari TP Posyandu Provinsi Maluku.
Agenda lanjutan: Peluncuran Sekolah Lansia Angkatan II di Kelurahan Siwalima dan pelantikan KORMI Kabupaten Kepulauan Aru. Selasa (6/10/2026) diagendakan peninjauan Posyandu 6 SPM di Desa Wokam dan Posyandu Bina Mitra, serta pelantikan Dekranasda dan Wanita Islam Kabupaten Kepulauan Aru.
Ditutup dengan pantun khas Aru:
Dari Dobo berlayar ke Ketapang, singgah sebentar di Pulau Maekor, dinas terkait duduk bersama, agar Aru bebas stunting LMN01


Social Header